Wednesday, August 19, 2020

Irama dan Kata Konotasi dalam Puisi Serenada Hijau Karya WS Rendra

Irama yang terdapat dalam puisi Serenada Hijau karya WS Rendra dan kata bermakna konotasi yang terdapat di dalamnya


Selain mengandung majas, sebagai sebuah karya sastra yang indah, puisi juga mengandung irama dan kata konotasi. Irama yang terdapat dalam puisi meliputi permainan bunyi huruf, irama akhir kata atau awal kata, irama akhir baris atau awal baris.

Adapun kata konotasi adalah makna kata yang tidak sebenarnya. Dapat dikatakan sebagai makna kiasan.

Maka dari itu, untuk dapat memahami puisi ada kalanya siswa diperintah untuk bisa menemukan irama dalam puisi, juga kata dengan makna konotasi dalam sebuah puisi.


Dalam pelajaran bahasa Indonesia untuk Kelas VII, yang sudah berbasis kurikulum 2013 (K13) edisi revisi 2016 2017. Ada tugas siswa yang berbunyi sebagai berikut:

1. Majas apa saja yang ada dalam puisi "Serenada Hijau"?
2. Bagaimana irama yang tergambar di dalamnya?
3. Tunjukkanlah kata-kata yang bermakna konotasi dalam puisi "Serenada Hijau" di dalamnya. Jelaskan pula makna dari setiap kata itu.

Untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, kita perlu membaca puisi "Serenada Hijau" secara utuh terlebih dahulu.

Kuda dalam Puisi Serenada Hijau Karya Ws Rendra Termasuk Kata Konotasi


Serenada Hijau
oleh WS Redra

Kupacu kudaku.
Kupacu kudaku menujumu.
Bila bulan
menegur salam
dan syahdu malam
bergantung di dahan-dahan.

Menyusuri kali kenangan
yang berkata tentang rindu
dan terdengar keluhan
dari batu yang terendam

Kupacu kudaku.
Kupacu kudaku menujumu.
Dan kubayangkan 
sedang kau tunggu daku
sambil kau jalin
rambutmu yang panjang.

Selanjutnya kita dapat menjawab soal-soal tersebut. Untuk soal pertama: 1. Majas apa saja yang ada dalam puisi "Serenada Hijau"? dapat dijawab dalam postingan yang berjudul: Majas-majas dalam Puisi Serenada Hijau Karya WS Rendra.

Irama dalam Puisi Serenada Hijau Karya WS Rendra

Penggunaan rima dalam puisi Serenada Hijau bisa dilihat pada bagian akhir baris dan permainan bunyi atau rima dengan kata yang mirip.

Rima akhir terdapat pada bagian puisi berikut ini:

Bila bulan
menegur salam
dan syahdu malam
bergantung di dahan-dahan.

Jika diberi kode, masing-masing baris diakhiri dengan kata bulan - salam - malam - dahan. Jadi bisa disebut memiliki rima a - b - b - a. Penggunaan bunyi n dan m tutup di akhir masing-masing baris tersebut memiliki keindahan tersendiri karena memiliki bunyi yang hampir sama.

Pada baris di atas, juga terdapat perulangan bunyi /d/ yang berulang pada bergantung di dahan-dahan. Perulangan bunyi konsonan yang sama ini disebut dengan aliterasi.

Pada bagian lain puisi Serenada Hijau tersebut, juga terdapat permainan rima berupa penggunaan kata dengan bunyi yang mirip yaitu: Kupacu kudaku. 

Pada kata kupacu-kudaku vokal pada kata kupacu dan kata kudaku sama. Yaitu u-a-u. Ditambah dengan awal yang sama /ku-/ menambah kuat penggunaan rima dalam puisi tersebut.

Kata Konotasi dalam Puisi Serenada Hijau dan Makna Kata Konotasi Tersebut


Kata konotasi yang terdapat dalam puisi Serenada Hijau bisa diidentifikasi sebagai berikut:


  • Kupacu
  • kudaku.
  • menegur
  • salam
  • syahdu
  • kali
  • terdengar keluhan

Adapun makna kata konotasi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Kupacu makna konotasinya: mengarahkan.
- Kudaku makna konotasinya: langkah atau arah.
- Menegur makna konotasinya: bersinar. Karena yang menegur adalah bulan. Maksdunya bulan menegur salam adalah bulan bersinar di malam hari.
- Syahdu makna konotasinya: sepi.
- Kali makna aslinya adalah sungai, makna konotasi dalam puisi ini adalah aliran atau ingatan kenangan.
- Terdengar keluhan makna konotasinya: berbunyi gemericik. Karena yang mengeluh adalah batu dalam kali. Jadi, maksudnya bunyi gemericik air di sela-sela batu.

Demikian sekilas analisis puisi 'Serenada Hijau' karya WS Rendra yang membahas tentang Irama dan Kata Konotasi di dalamnya. Semoga bermanfaat.


 
close